Hello~
Bertemu lagi bersama kami dalam segmen ringan Inside Bikini Bottom~
Dalam segmen ini, kita akan melihat lebih dalam mengenai fenomena-fenomena seputar Bikini Bottom dan masyarakatnya, yang pasti dengan pembahasan yang sangat ringan.
Melanjutkan Inside Bikini Bottom episode tujuh kemarin, kita akan kembali menyelami “humor yang hilang” antara edisi Inggris dan edisi Indonesia serial SpongeBob SquarePants. Kali ini, kita akan menyelami secara khusus episode Band Geeks.
Dalam edisi bahasa Inggris, ketika Squidward menanyakan apakah ada yang pernah memainkan alat musik, Patrick mengangkat tangan dan menjawabnya dengan kalimat yang sangat legendaris:
“Is mayonnaise an instrument?”
Tentu saja, Squidward menjawabnya dengan:
“No, Patrick. Mayonnaise is not an instrument.”
Hanya saja, dalam edisi bahasa Indonesia (dubbing GTV), kalimat Patrick digantikan dengan:
“Apakah ranjau merupakan alat musik?”
Mengapa ini bisa terjadi? Mengapa pengisi suara Indonesia menterjemahkan mayones sebagai ranjau?
Menurut dugaan kami, ini terjadi karena adanya salah dengar antara mayonnaise, yang berubah menjadi mine. Itu membuat kata tersebut berubah menjadi ranjau ketika diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Hal serupa juga terjadi dalam dialog Patrick selanjutnya, yang mengubah horseradish menjadi horse racing (balap kuda).
Tentu saja, dengan adanya perubahan ini, humor klasik tentang mayones menghilang dari ingatan penonton SpongeBob di Indonesia. Sayang, kita masih belum melihat dubbing tersebut diganti, dan kita hanya dapat menikmati mayonnaise dan horseradish sebagai ranjau dan balap kuda.
