Pernahkah Anda merasa frustasi dengan laptop lama yang semakin lambat dan tidak lagi bisa mengikuti kebutuhan zaman? Anda ingin upgrade perangkat keras (hardware), tetapi terlalu mahal? Ditambah, sistem operasi terbaru justru semakin memperberat kinerja perangkat!
Jika Anda berada dalam situasi ini, FydeOS bisa menjadi solusi yang layak dicoba. Mengutip Kevin Tofel (2023), FydeOS adalah sistem operasi gratis yang dapat dipasang (install) di hampir semua komputer. Itu karena FydeOS pada dasarnya adalah ChromiumOS, perangkat lunak sumber terbuka yang menjadi dasar dari ChromeOS.
Menurut laman resmi FydeOS (Archie, 2024), update terbaru dari FydeOS, yaitu FydeOS 19, memberikan fitur menarik, seperti FydeAI, Steam support, game dashboard, dan tampilan OS yang baru secara keseluruhan. Tentu saja, hal ini akan menjadi sesuatu yang segar, bahkan bagi pengguna FydeOS lama sekalipun.
Walaupun begitu, tidak semua orang memiliki pengalaman yang mulus dalam pemasangannya. Seperti yang terdapat dalam situs seperti XDA Forum dan forum komunitas Fydeos, ada yang memermasalahkan tentang wifi tidak menyala, tidak bisa booting, tidak ada Bluetooth, dan lain sebagainya.
Pada kesempatan kali ini, saya akan mengajak para pembaca untuk melakukan eksperimen instalasi FydeOS pada laptop Lenovo G40-70 dengan RAM yang di-upgrade menjadi 6GB dan masih menggunakan HDD. Instalasi OS akan diinstal di dua storage yang berbeda, HDD laptop dan juga flashdisk Sandisk Ultra Flair dengan kapasitas 32GB.
Instalasi FydeOS sama seperti instalasi OS lain pada umumnya, yaitu dengan menggunakan bootable USB Drive. Jika kamu merasa masih butuh Windows sebagai OS utama, FydeOS menyediakan opsi dual boot yang memungkinkan kamu menginstal dua OS sekaligus tanpa konfigurasi manual yang sulit dimengerti pengguna awam.
Saat instalasi selesai, saya tidak mendapati adanya bug seperti yang ditulis oleh pengguna sebelumnya. Wifi bekerja, suaranya ada, dan laptop ini, yang sebelumnya sulit untuk menggunakan Bluetooth saat menggunakan Windows, jadi lebih mudah saat menggunakan FydeOS.
Simpel, bersih, dan responsif adalah impresi awal yang diberikan oleh FydeOS. Setelah instalasi selesai, tahap selanjutnya adalah instalasi Play Store dan subsystem Linux.
Penggunaan RAM secara idle dalam FydeOS juga lebih kecil daripada Windows. Juga, startup FydeOS juga terasa lebih cepat daripada Windows, walaupun sama-sama berjalan pada HDD yang sama.
Turut digarisbawahi, kecepatan baca dan tulis dari storage yang digunakan akan mempengaruhi pengalaman penggunaan OS-nya itu sendiri. Karena HDD yang saya gunakan merupakan HDD yang lambat, peningkatan responsibilitas terasa tidak terlalu signifikan.
Namun, berbeda dengan flashdisk yang saya gunakan, FydeOS terasa lebih cepat dan juga lebih responsif, karena kecepatan baca dan tulis flashdisk memang jauh lebih cepat.
Kompabilitas aplikasi Android pada FydeOS juga sangat luas. Bahkan, Anda dapat menjalankan game berat berbasis Android di sini secara native (jika perangkatmu memadai) dengan performa yang lebih baik dibandingkan OS Android untuk komputer lain tanpa banyak melakukan setting kernel.
Pada eksperimen kali ini, ada tiga perangkat lunak yang saya gunakan untuk produktivitas yaitu CapCut, Canva, dan WPS Office.
Biasanya, instalasi CapCut dan Canva di Linux lumayan sulit. Akan tetapi, karena FydeOS mendukung Android, kamu dapat menginstal kedua perangkat lunak tersebut dengan mudah.
Instalasi WPS Office juga mudah. Anda cukup mengunduh file instalasi di laman resmi WPS Office.
Fitur lain yang diberikan developer FydeOS adalah FydeAI. Pada dasarnya, ini sama saja dengan ChatGPT dan Deepseek, yakni sebuah AI berbasis chat bot yang dapat Anda gunakan untuk produktivitas, bertanya sesuatu, atau mungkin mengajaknya berbicara di kala gabut.
Secara keseluruhan FydeOS terasa nyaman digunakan, kompabilitasnya yang luas, dan juga terasa simpel seperti Chromebook pada umumnya. Jika Anda pengguna Windows, Anda mungkin butuh waktu untuk adaptasi dalam menggunakan OS ini. Anda juga tidak akan bisa menggunakan Microsoft Office, yang merupakan deal breaker pada sebagian orang.
Namun, pertukaran tersebut sepadan, mengingat laptop lama kamu dapat hidup kembali seperti baru.
Penulis: Dicky Abdurrahman Fajri
Penyunting: Ema
Referensi
– Archie. (2024). Introducing FydeOS v19; Desolate Frontier. FydeOS. https://fydeos.io/blog/release-note-v19/
– Tofel, K. (2023). FydeOS vs ChromeOS Flex: Which is right for you?. About Chromebooks. https://www.aboutchromebooks.com/news/fydeos-vs-chromeos-flex-which-is-right-for-you.
