[Puisi] Besok Hari Kemenangan, Katanya

Bulan telah nampak,
sekelompok tampak bersorak
Hambar sumbar kurung kering kerontang
Pusing bising nyaring sering sambil melinting

Letih merengkuh tubuh,
bunyi sangkanya arih malah menggema perih,
tak berperi

Lemari penuh kusut,
wajahnya kini lusuh
Esok pagi harus membasuh,
meredam riuh

Aku tak suka mendamba
sebab bukan penghamba
Maka aku tak akan menghamba,
persetan jadi tak didamba

Meja kursi bunga di meja,
bebersih seorang diri
Lantai kaca piring dan panci,
bebersih dengan lirih
Sepatu sandal baju,
menyuci dirinya sendiri

Melihat buku di tepian,
menepi sebentar sambil memutar lirik
Tenang, sebentar, ini tengah laut
ucap seorang kuli

Esok katanya kemenangan,
tapi apa yang kami menangkan?
ucap seorang teman

Esok rupanya hari raya
tapi apa yang patut dirayakan?
ungkap seorang puan

Kami meregang perih,
kulit kami sering kelupas
terkena produk kapital

Sekarang kami curiga
kemenangan hanya akal-akalan saja
buatan saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *