[Episode 20] Misteri Asal-usul Pearl, Korban Pembantaian Paus?

Halo sobat TTBB, kembali lagi dengan saya Teel di segmen Inside Bikini Bottom. Di episode sebelumnya, seorang sobat TTBB ada yang menanyakan pembahasan tentang asal-usul Pearl, seekor ikan paus yang memiliki ayah seekor kepiting. Sungguh silsilah keluarga yang unik, kan?

Kita semua tahu jika Pearl adalah anak angkat dari Mr. Krabs. Hanya saja, yang masih menjadi misteri, adalah ke mana orang tua kandung Pearl?

Terlepas dari kemasannya yang jenaka, serial kartun SpongeBob sebenarnya merupakan kritik terhadap pencemaran laut. Mengingat hal itu, cerita tentang asal-usul Pearl dan bagaimana dia berakhir sebagai anak angkat Mr. Krabs pastinya bukan kisah yang menyenangkan untuk dibahas. Ia adalah sebuah cerita yang kelam, atau bisa juga merupakan sebuah tragedi.

Jika sobat TTBB melakukan pencarian di Google Gambar menggunakan keyword: “Mr Krabs mengadopsi Pearl,” kemungkinan besar sobat akan menemukan komik strip yang menceritakan tentang induk paus dengan kondisi mengenaskan.

Tubuhnya tertusuk banyak tombak laut. Pearl kecil tergeletak di dekatnya. Lalu, Mr. Krabs mengadopsi Pearl.

Sayangnya, komik strip tersebut adalah buatan penggemar (fan art), dan pastinya unofficial. Meski bersifat non-canon, cerita tersebut setidaknya mampu memberikan gambaran tentang asal-usul Pearl.

Hal itu diperkuat dengan salah satu adegan dari episode berjudul “You Don’t Know, Frank.” Dalam episode tersebut, Patrick menirukan suara paus, yang disebutnya sebagai “lagu sedih dari ikan paus biru.” Adegan kemudian beralih ke seekor ikan paus bernama Frank yang sedang berjalan dengan temannya.

“Ah, kau dengar itu?” tanya Frank.

Karena Frank tiba-tiba berhenti, temannya heran dan bertanya: “Ada apa, Frank?”

“Suara itu, persis seperti Martha.”

“Frank, berapa kali harus ku beri tahu kau, Martha itu tidak baik untukmu. Dia wanita yang tidak baik!” sahut temannya.

Fun fact-nya adalah, bahwa Martha bukanlah nama dari seekor paus betina. Ia adalah nama sebuah kapal pemburu paus.

Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20, perburuan paus marak dilakukan tanpa mempedulikan kelanjutan populasi. Martha adalah kapal pemburu paus paling terkenal.

Suara paus yang ditirukan oleh Patrick adalah suara jeritan ikan paus yang tertangkap. Mereka menjerit kesakitan, saat satu per satu tombak laut tertancap di tubuhnya. Karena itulah, Patrick menyebut suara yang ditirukannya sebagai lagu sedih.

Fakta sejarah tentang perburuan ikan paus, dan nama Martha yang disebut oleh Frank, keduanya saling terhubung. Hal itu memperkuat teori yang ada pada fan art yang kita bahas sebelumnya, bahwa orang tua Pearl adalah korban dari perburuan paus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *