Bulan telah nampak,
sekelompok tampak bersorak
Hambar sumbar kurung kering kerontang
Pusing bising nyaring sering sambil melinting
Letih merengkuh tubuh,
bunyi sangkanya arih malah menggema perih,
tak berperi
Lemari penuh kusut,
wajahnya kini lusuh
Esok pagi harus membasuh,
meredam riuh
Aku tak suka mendamba
sebab bukan penghamba
Maka aku tak akan menghamba,
persetan jadi tak didamba
Meja kursi bunga di meja,
bebersih seorang diri
Lantai kaca piring dan panci,
bebersih dengan lirih
Sepatu sandal baju,
menyuci dirinya sendiri
Melihat buku di tepian,
menepi sebentar sambil memutar lirik
Tenang, sebentar, ini tengah laut
ucap seorang kuli
Esok katanya kemenangan,
tapi apa yang kami menangkan?
ucap seorang teman
Esok rupanya hari raya
tapi apa yang patut dirayakan?
ungkap seorang puan
Kami meregang perih,
kulit kami sering kelupas
terkena produk kapital
Sekarang kami curiga
kemenangan hanya akal-akalan saja
buatan saja
Post Views: 365