Bikini Bottom (TTBB). Pabrik tekstil terbesar di Bikini Bottom, Bikinitex, resmi berhenti beroperasi mulai 1 Maret 2025. Langkah tersebut diambil mengikuti instruksi Pengadilan Distrik Bikini Bottom, yang menyatakan bahwa Bikinitex telah pailit.
Di hadapan 10.000 pekerja yang kini mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), bos Bikinitex Henry Ford menyampaikan salam perpisahannya.
“Ada pertemuan, tentu akan ada perpisahan. Saya sebenarnya tidak rela berpisah dengan rekan-rekan semua, tetapi, kondisi yang terjadi membuat itu harus kita alami bersama,” ucapnya sembari menahan tangis, Sabtu (1/3) sore.
Lebih lanjut, Henry menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pekerja Bikinitex, jika selama ia memimpin pabrik tersebut, terdapat kesalahan yang ia lakukan, baik disengaja maupun tidak disengaja.
“Saya mohon maaf, semuanya, atas apa yang pernah saya lakukan kepada Anda semua,” lanjutnya.
Sebagai informasi, Bikinitex merupakan pabrik tekstil pertama yang didirikan oleh Wali Kota CheeseHead BrownPants pada 11 Januari 1967. Pada dekade 1980-an hingga 1990-an, Bikinitex merupakan simbol kejayaan dan industrialisasi di Bikini Bottom. (*/Ema)
