[Episode 21] Representasi Tujuh Dosa Besar dalam SpongeBob SquarePants

Halo sobat TTBB~

Kembali lagi bersama saya, Teel, dalam segmen Inside Bikini Bottom. Memasuki hari kedelapan di bulan puasa, bagaimana puasa subat? Semoga senantiasa lancar dan tetap semangat, ya~

Dalam episode kali ini, saya ingin membahas sebuah fan theory yang dulu sempat populer. Siapa sangka, di balik karakter dalam serial SpongeBob SquarePants yang lucu dan ramah keluarga, ternyata mereka terinspirasi dari tujuh dosa besar.

Terdengar aneh dan mengada-ada, memang. Saya pun awalnya juga berpendapat demikian. Tapi, setelah membaca teori yang ada, setidaknya saya bisa paham kenapa teori seperti itu bisa muncul di kalangan fans.

  • Sandy the Pride

Karakter dosa besar “pride” sangat terlihat dalam karakter Sandy Cheeks, seekor tupai yang kerap menunjukkan kejeniusannya dalam bidang sains dan kepiawaiannya dalam kebugaran tubuh dan berolahraga.

Dalam episode “Chimps Ahoy,” kita dapat melihat bagaimana “pride” dalam diri Sandy muncul. Dalam episode tersebut, terlihat ia mati-matian berusaha menciptakan penemuan baru. Kebangaan dirinya membuat Sandy terus-menerus membuktikan bahwa dirinya memiliki kapasitas, meski penemuannya tidak diakui.

  • Mr. Krabs the Greed

Kecintaan Eugene Krabs akan uang tidak perlu diperdebatkan lagi. Ia begitu tamak dan secinta itu dengan uang. Bakan, saat tidur dan mengigau, ia acapkali mengucapkan uang. Karakter dosa besar greed terlihat begitu jelas dari kebiasaannya itu, termasuk dalam ucapan klasiknya, bahwa uang lebih manis daripada madu.

  • Plankton the Envy

Dosa besar ketiga, yakni envy, terlihat jelas melekat pada diri Plankton. Dia selalu mengupayakan segalanya demi bisa menyaingi kesuksesan besar rivalnya, Tuan Krabs. Dia benar-benar menghalalkan segala cara demi bisa mendapatkan resep rahasia Krabby Patty.

  • Squidward the Wrath

“Aku lebih suka merobek otakku, lalu membawanya ke perempatan dan bermain lompat tali bersamanya dari pada tinggal bersama kalian,” merupakan kutipan legendaris Squidward dalam episode “Squidville.” Kata-katanya terlihat penuh emosi dan kemarahan.

Ada teori lain, yang mengatakan bahwa Squidward mengidap masalah dalam pengendalian rasa marah. Hal itu memperkuat teori bahwa Squidward terinspirasi dari salah satu dosa besar, yaitu wrath.

  • Gary the Gluttony

Sifat gluttony atau rakus terbilang melekat pada Gary, siput peliharaan SpongeBob. Ia mendapatkan sifat itu karena tidak banyak berbuat kegiatan selain makan. Bahkan, dalam episode Procrastrination, terlihat Gary dapat menghabiskan makanan siput yang disusun setinggi atap rumah dalam satu suap saja!

  • Patrick the Sloth

Patrick Star dinilai sebagai sosok yang merepresentaskan sifat kemalasan berlebihan atau sloth. Sifat malas Patrick menjadi salah satu sifat yang paling menonjol dalam cerita. Karena sifat pemalasnya itu, dalam episode “Big Pink Loser,” ia bahkan pernah mendapatkan penghargaan karena tidak melakukan apa pun. Sifat malas tersebut juga tercermin dari gaya bicaranya yang lambat, dan kadang terkesan layaknya racauan yang tidak jelas.

  • SpongeBob the Lust

Alih-laih dikaitkan dengan nafsu seksual, lust di sini lebih cenderung dimaknai sebagai perasaan yang berlebihan. Hal tersebut terlihat dari bagaimana SpongeBob begitu mencintai karakter lain hingga dalam taraf mengganggu kehidupan pribadi mereka. Kecintaan Spongebob kerap tidak memerdulikan respons atau sikap orang-orang di sekitarnya. Salah satunya adalah Squidward, yang kerap tidak menganggap SpongeBob sebagai temannya.

SpongeBob juga terlihat punya keinginan yang kuat untuk dicintai, apa pun konsekuensinya. Salah satunya terlihat dalam episode “I am Your Biggest Fanatic,” ketika ia berusaha berjuang mati-matian untuk bergabung dalam klub Jelly Spotters dan merebut hati Kevin si ketimun laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *