Bikini Bottom (TTBB). Sejumlah pedagang kentang goreng di Bikini Bottom tampak resah. Sejak invasi Amerika Serikat ke Venezuela pada Sabtu (3/1) lalu, mereka mengaku diamati dari jauh oleh sejumlah elang botak.
Ujang Paku, seorang pedagang kentang di Jalan Kerang, mengatakan bahwa sekumpulan elang botak tampak memantau lapak miliknya.
“Mereka hanya terbang, bersuara, dan sesekali berak di dekan kios,” ucapnya kepada jurnalis TTBB TV di lapak dagangannya, Minggu (11/1) pagi.
Hal serupa juga dirasakan oleh Reza Whangsaf, pedagang kentang di Jalan Teripang. Berbeda dengan Ujang, para elang botak tersebut sesekali mencuri sejumlah minyak goreng yang akan digunakan untuk memasak kentang.
“Pendapatan saya tidak seberapa, dan kini [minyak goreng] dicuri. Bagaimana saya bisa memasak dan mencari uang?” ungkapnya.
Untuk menyiasati serangan elang botak, Reza kini mengganti minyak goreng dari kelapa sawit ke minyak zaitun.
“Setelah saya ganti, elang botak sepertinya tidak berminat lagi, dan tak tampak sejak beberapa hari belakangan,” lanjutnya.
Namun, ketika elang botak tampak tak berminat, terdapat dua entitas baru yang aktif membeli kentang goreng dagangannya.
“Karena sekarang sudah menggunakan minyak zaitun, saya mendapat dua pelanggan baru. Ya, itu, Mas Gordon [Ramsay] dan Mas Marco [Pierre White],” pungkasnya. (*/Ema)
